Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

30 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen

ILIR TALO – Akibat banjir kiriman di wilayah Desa Rawah Indah, Kecamatan Ilir Talo, tidak hanya merendam rumah dan menghanyutkan ikan di kolam milik warga. Lebih parah lagi, musibah banjir ini membuat sekitar 30 hektare sawah petani di sekitar desa tersebut terancam gagal panen. Padi di sawah yang sudah berbuah dan hampir masak itu, karena terendam air dalam 2 hari terakhir, membuat batang dan buah padi menguning. Tak sedikit rumpun pohon padi rebah, teredam air lantaran terjangan derasnya air sewaktu banjir.
Kondisi ini membuat para petani sawah mulai cemas, takut gagal panen. Belum lagi, ancaman hama tikus pascabanjir, yang biasnya mengganas menyerang tanaman padi. Diakui Camat Ilir Talo, Marto Effendi, SH, tentang khawatiran warganya yang mayoritas petani itu.

Dikatakan Marto Effendi, malah ada beberapa petani terpaksa panen lebih awal, kendati buah padinya belum begitu matang. ‘’Mereka berpikir daripada diterjang banjir lagi dan tak sama sekali mendapatkan hasil panen, terpaksa melakukan hal itu. Meski padinya belum begitu masak, dan kualitas dan kuantitas panen padinya dipastikan menurun. Tetapi setidaknya masih bisa untuk makan,’’ bebernya.

Di sisi lain, sebanyak 26 warga Desa Rawah Indah, Kecamatan Ilir Talo, yang menjadi korban banjir kiriman, kemarin menerima bantuan yang disalurkan dari pihak Dinas Sosial Seluma. Serta sumbangan dari caleg Partai Kesatuan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Drs. Gustianto Husnul.

Untuk menyampaikan bantuan ini, Kadis Sosial, Drs. Muhpian Ahmad langsung turun ke lapangan. Begitu pula dengan Gustianto Husnul, menemui langsung 20-an warga yang menjadi korban banjir.

Camat Ilir Talo, menerangkan, bantuan dari Dinas Sosial adalah dalam bentuk sembako. Berupa 100 Kg beras, selimut 30 lembar, mie instan sebanyak empat dus, sarden sejumlah dua dus dan sambal kemasan sejumlah dua dus. Sementara Gustianto Husnul menyerahkan bantuan berupa uang tunai Rp 1 juta.

‘’Bantuan ini khusus warga yang menjadi korban banjir kiriman dari daerah Desa Air Teras yang terjadi kemarin (Kamis, 16/10). Karena, dengan adanya kejadian itu, setelah didata tidak sedikit warga yang menjadi korban. Mudah-mudahan pemberian dari Dinas Sosial dan perorangan ini bisa bermanfaat bagi mereka,’’ ungkapnya.

Lanjutnya, ‘’untuk pembagian bantuan, diberikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing korban. Kebanyakan membutuhkan sembako,’’ ujar Camat Ilir Talo mengakhiri.

Ke-26 warga yang menjadi korban banjir kiriman tersebut, diterangkan Marto Effendi sebagian besar adalah mereka yang rumahnya terendam air. Sehingga banyak peralatan rumah tangga mereka mengalami kerusakan. Selain itu ada lima warga mengalami kerugian lantaran kolam ikan miliknya jebol. Seluruh ikan lele dan mujair di dalam kolam itu sejatinya akan panen, hilang bersama arus air.

0 komentar:

Posting Komentar