Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Pembungkaman Suara Nelayan Tradisional di WOC Manado

Pembungkaman Suara Nelayan Tradisional di WOC Manado sebagai Bentuk
Pengingkaran Polri atas Kemerdekaan Rakyat. Walhi Bengkulu-Profauna

World Ocean Conferency (WOC) yang di gemborkan Pemerintah Indonesia sebagai bentuk pengakuan dunia akan kemampuan Indonesia menyelenggarakan pertemuan tingkat dunia, merupakan wujud ketidakmampuan pemerintah RI menyatakan kedaulatan RI atas laut Indonesia. Pemerintah RI mengorbankan kepentingan Nelayan tradisional dan keselamatan ekologis laut Indonesia , untuk mendapatkan pengakuan atas kemampuan menjadi event organizer KTT Perikanan dan kelautan.

Dibalik WOC dan CTI (Coral Triangle Initiative) yang didorong oleh Amerika, Australia dan China ini, tersimpan agenda perusahan perusahaan besar pertambangan Dunia untuk dapat mengeksploitasi sumber daya alam yang tersimpan di laut Indonesia.
CTI (coral triangle initiative) dengan alasan untuk mengurangi perubahan iklim, digagas untuk membangun larangan bagi nelayan menangkap ikan dan berusaha di laut, tetapi memperbolehkan perusahaan besar untuk melakukan eksploitasi melalui mekanisme Protokol Kyoto. dimana Taman nasional Laut dibentuk untuk melindungi suatu kawasan dari akses nelayan tradisional, tetapi memperbolehkan Perusahaan besar melakukan eksploitasi dengan mekanisme BBOP atau Business and Biodiversity Offsets, kondisi ini akan semakin melenggangkan keinginan kepentingan asing untuk intervensi kedaulatan laut Indonesia dan Negara-negara berkembang.
Menyikapi ancaman besar ini, perwakilan nelayan tradisional dari beberapa provinsi bersama Walhi, Kiara, Jatam dan beberapa aktivis nelayan dunia, mencoba untuk mengingatkan peserta WOC agar tidak memenuhi keinginan negara-negara yang di boncengi perusahaan pertambangan ini.
Upaya nelayan tradisional, aktivis lingkungan dan aktivitis internasional ini, mendapatkan tindakan refresive dari Poltabes Manado, Kongres Nelayan yang digelar nelayan tradisonal dan aktivis dunia ini dibubarkan paksa, beberapa aktivis ditangkap paksa tanpa dasar, 16 aktivis internasional dideportasi.
Walhi Bengkulu mengutuk keras upaya pembungkaman suara masyarakat sipil oleh Poltabes Manado, karena Nusantara ini dideklarasikan untuk menjamin kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Walhi bengkulu meminta :
1. Pemerintah RI tidak membungkam suara masyarakat sipil yang ingin menyampaikan aspirasinya di forum dunia
2. Polri menghormati hak masyarakat sipil untuk berserikat, berkumpul dan menyampaikan pendapat didepan umum
3. Meminta Polri membebaskan Berry Nahdian Furqon selaku Direktur Eksekutif Nasional Walhi dan Erwin Usman selaku kepala Departemen penguatan Region Walhi, yang ditahan Poltabes Manado tanggal 11 Mei 2009.

Radius Profauna : mengecam keras tindakan tindakan pembungkaman proses penyampaian aspirasi masyarakat sipil di Manado oleh Kapoltabes, aksi pembungkaman ini sebagai bentuk pengingkaran terhadap nilai-nilai demokrasi.
Kadik kelopak : tindakan refresif poltabes Manado ini, semakin memperjelas posisi institusi polri yang hanya berpihak kepada kepentingan Penguasa dan pemilik modal.

0 komentar:

Posting Komentar