Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Warga Enam Desa Selamatkan Sumber Air Minum Terakhir

Bengkulu (ANTARA) - Warga enam desa di Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko berusaha menyelamatkan sumber air minum dari Sungai Air Brau dengan menolak aktivitas galian C.
"Kami menuntut Bupati Mukomuko untuk mencabut izin galian C karena air sungai ini menjadi satu-satunya sumber air bersih bagi masyarakat di sini," kata Juru Kunci Sungai Air Brau Maridun.
Menurutnya, empat sungai lainnya yang ada di sekitar desa mereka sudah tercemar oleh aktivitas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan dan masyarakat sehingga tidak bisa dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.
Sementara air sungai yang mengalir sepanjang lebih dari 20 km tersebut masih jernih dan menjadi sumber air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) bagi enam desa antara lain Desa Lubuk Bento, Air Brau, dan Desa Tunggang.
"Kalau galian ini tetap beroperasi maka air sungai ini akan tercemar dan otomatis masyarakat akan kehilangan sumber air minum," tambahnya.
Ketua BPD Desa Air Brau Rinaldi mengatakan penolakan masyarakat sudah direspon Bupati Mukomukomuko Ichwan Yunus dengan mengeluarkan surat penghentian sementara aktivitas galian C.
Namun pihaknya berharap penutupan tersebut bersifat permanen karena sungai ini menjadi satu-satunya harapan bagi warga untuk mengakses air bersih.
"Kami berharap Bupati mencabut izinnya bukan hanya untuk sementara tapi secara permanen mengingat sungai ini adalah satu-satunya sumber air minum bagi masyarakat," katanya.
Rinaldi mengatakan jika sungai tersebut dicemari dengan aktivitas galian maka masyarakat akan kehilangan sumber air minum sehingga pihaknya akan berusaha meminta Pemkab Mukomuko menutup galian C secara permanen.

Sumber: www.antaranewes.com/ rabu 15 Juli 2009

0 komentar:

Posting Komentar