WARGA MINTA SOSIALISASI DAMPAK TAMBANG PASIR BESI

0 komentar

Bengkulu, 29/7 (ANTARA) - Warga Desa Way Hawang Kecamatan Maje Kabupaten Kaur meminta perusahaan PT Selomoro Bayu Arto (SBA) melakukan sosialisasi dampak negatif penambangan pasir biji besi di sekitar desa mereka karena saat ini sejumlah alat berat milik perusahaan sudah berada di lokasi pantai Way Hawang.

"Sampai sekarang belum ada sosialisasi dari pihak perusahaan dan dari pihak manapun terkait dampak negatif penambangan pasir besi ini sementara alat beratnya sudah ada di lapangan,"kata Kepala Desa Way Hawang, Sabirin, Rabu.

Menurut dia masyarakat desa juga mempertanyakan keberadaan perusahaan tambang tersebut dan dampaknya terhadap lingkungan desa mereka yang berada di pesisir pantai Way Hawang.

Masyarakat kata dia bukannya menghalangi adanya investasi di desa mereka tetapi perlu dilakukan sosialisasi dampak penambangan sehingga masyarakat bisa melakukan antisipasi.

Sebelumnya kata Sabirin, sebanyak 19 kepala desa di kecamatan tersebut juga sudah mempertanyakan sosialisasi dampak aktivitas tambang ke Camat Maje.

"Tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dilakukan sosialisasi kepada warga sementara alat penyedot pasir sudah ada di lokasi,"tambahnya.

Warga setempat kata dia mengkhatirkan tingkat abrasi yang semakin tinggi jika aktivitas penambangan pasir besi dilakukan di pantai tersebut.

Selain itu masyarakat juga mempertanyakan kontribusi yang akan diberikan kepada desa setempat dan Kecamatan Maje dengan keberadaan tambang tersebut.

Sampai saat ini kata dia belum ada sosialisasi dari pihak maupun Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kaur.

Ketua Forum Kades Kecamatan Maje Sirajudin mengatakan pihaknya akan merapatkan barisan untuk mengetahui kejelasan mengenai hadirnya PT SBA di desa mereka karena sosialisasi masih sangat minim.

"Kami mewakili masyarakat meminta pihak perusahaan itu terlebih dahulu melakukan sosialisasi dampak tambang itu, jangan sampai tambang ini membuat abrasi semakin tinggi dan mengancam lahan dan rumah warga sekitar,"katanya.
sumber:www.antaranews.com
Share this article :

Poskan Komentar

 
Walhi Bengkulu : Eknas | Boekan Studio | Bengkulu Environment Care
Copyright © 2010. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger Published by Dracoola Media
Thanks To LoenBun