Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Walhi: Cabut Izin Eksploitasi Batubara

Sungai Tercemar

KARANG TINGGI – Pemerintah daerah wajib mencabut izin eksploitasi batubara, bila aktifitas yang dilakukan perusahaan tambang batubara terbukti mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Air Bengkulu.
Penegasan ini disampaikan Direktur eksekutif Walhi Bengkulu Zenzi Aikido Kepada RB, Senin (10/8). Untuk membuktikan apakah Sungai Air Bengkulu tercemar batubara, Walhi akan membentuk tim investigasi. Tim ini akan melibatkan organisasi non pemerintah (ornop), mahasiswa, masyarakat dan kalangan akademisi. Sesuai kesepakatan awal, pembentukannya dilakukan pada 21 Agustus nanti.
Zenzi juga menilai, keputusan Pemprov dan Pemkab menarik pungutan dari pengumpul batubara tidak pantas dilakukan. Meskinya Pemprov dan Pemkab mendukung masyarakat dengan meminta agar perusahaan memberikan kompensasi. Sebab, masyarakat telah membantu membersihkan sungai dari tumpukan batubara.
‘’investigasi akan dimulai dari hulu sungai. Bila terbukti, bukan hanya akan mendesak Pemprov dan Pemkab untuk mencabut izin eksploitasi, tetapi juga akan mendesak mencabut keputusan menarik pungutan dari masyarakat serta meminta agar perusahaan bertanggungjawab,” tegas Zenzi
Secara terpisah, Direktur Warsi regional bengkulu Nurkholis Sastro menilai hal serupa. Menurutnya, Warsi bersama sejumlah Ornop dan mahasiswa, serta masyarakat sedang mengumpulkan data dan fakta terkait dugaan pencemaran batubara yang akan digunakan untuk menggugat pemerintah daerah agar mencabut izin eksploitasi perusahaan tambang batubara.
‘’Izinnya harus dicabut. Tidak ada pilihan lain. Hanya saja, apakah gugatan itu akan disampaikan dalam class action atau legal standing, masih kami kaji. Yang pasti, kami tidak akan diam bila ternyata pemerintah tidak mengambil sikap tegas,”ungkap Sastro (dmi)
Sumber: www.harianrakyatbengkulu.com

0 komentar:

Posting Komentar