Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Bangun Pelabuhan, 7 DESA DIGUSUR

Bintuhan BE – Jelang akhir masa jabatannya, Bupati Kaur Drs. Warman Suwardi, MM mempunyai permintaan terakhir dalam programnya, yaitu memohon dukungan dari masyarakat Kecamatan Maje dan Nasal untuk membangun pelabuhan linau. Rencananya 7 Desa dengan luas areal sekitar3 ribu hektar akan digusur.

Warman yakin, Dirjen perhubungan pusat, TNI-AL dan Bappenas yang telah melakukan survey aka siap mendukung rencana pembangunan pelabuhan linau menjadi pelabuhan internasional.

Namun semuanya tergantung mayarakat Maje dan Nasl agar bisa memberikan dukungan untuk membangun pelabuhan linau ini, karena Pemkab akan membebaskan lahan seluas 3 ribu hektar untuk sentral produksi pelabuhan ini, ungkap Warman kepada BE.

Dikatakannya, dukungan terhadap pembangunan yang diprogramkan oleh pemerintah harus didukung segala upaya. Untuk meningkatkan sector pembangunan ekonomi industry yang maju hingga Kabupaten Kaur dipandang di mata dunia.

Luas lahan yang akan dibebaskan itu meliputi 7 Desa yakni Desa Perda Suka, Bakal, Air Long, Benteng Harapan, Linau, Wayhawang dan Tanjung Beringin. “Kuncinya adalah masyarakat Kaur ini, terutama di wilayah Maje dan Nasal karena dengan adanya pelabuhan linau walaupun puluhan triliun dana yang dikeluarkan tidak ada masalah, karena imbasnya ada pada masyarakat, ekonomi dan nama Kabupaten akan maju pesat. Namun perlu juga musyawarah yang baik dengan masyarakat,” terangnya.

Selanjutnya, setelah ada dukungan dari pemerintah pusat perlunya penataan dini dari semua pihak untuk melakukan pembenahan. Pemkab sendiri sudah melakukan upaya melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat hingga mendapat respon positif untuk pembangunan pelabuhan.

Langka positif ini perlu dukungan yang baik pula, karena pelabuhan linau sudah masuk daftar yang akan diprioritaskan oleh pemerintah pusat. “jangan sampai ini gagal ditengah jalan walaupun dalam prosesnya lama, namun semua Bupati yang akan melanjutkannya akan sama untuk membangun pelabuhan linau menjadi pelabuhan internasional bukan hanya tambang tetapi juga sebagai tempat wisata tanjung periok kedua,” jelasnya.

Sementara itu, FKKD Maje Sirajuddin Abbas mengungkapkan masyarakat Maje sangat setuju program pemerintah untuk pembangunan pelabuhan linau sebagai pusat industry sekaligus kemajuan ekonomi. Sedangkan untuk pembebasan maka perlunya sosialisasi sejak dini agar semuanya berjalan denga baik.

Jika nantinya aka nada pergantian rugi lahan masyarakat perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat. “masyarakat maje cukup setuju dengan pembanguna linau, karena hal ini merupakan pembangunan ekonomi masyarakat yang terbaik jika masyarakat mau berfikir kedepan tentang Kabupaten Kaur ini. Jika bakal digusur maka harus dicarikan solusinya dengan baik jelasnya.

0 komentar:

Posting Komentar