Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

KONSEP DASAR SANGGAR BELAJAR BERSAMA MASYARAKAT DI PESISIR BARAT BENGKULU

Oleh : Departemen PPOR Walhi Bengkulu

“Silahkan untuk mengkritisi atau memberikan bentuk usul dalam konsep dan teknis pelaksanaannya dan terbuka juga untuk memberikan kontribusi secara langsung.”


A. Pendahuluan
Karena manusia adalah janin di luar kandungan saat mereka lahir,maka mereka harus menjadi pembuat alat terencana,mahluk yang mengembangkan bahasa,yang menyimpan kesan-kesan dan bayangan-bayangan berturut-turut,mampu menggunakan dan menyempurnakan diri untuk tujuan-tujuan praktis,belajar mengantisipasi,berpikir,mengabtraksi,menggunakan imajinasi dan rekaan.kesemua kebutuhan dari tahapan ini harus di lakukan oleh manusia dalam proses pendidikan dan belajar bersama.
Negara,yang secara bentuk bangunan social adalah penyelenggara dari salah satu kebutuhan penting manusia yang menjadi warga negaranya tersebut.keberhasilan Negara dalam menjalankan dan menyelenggarakan proses pendidikan masyrakatnya,akan sangat banyak mempengaruhi secara kualitas dan kuantitas kecerdasan rakyatnya.
Dalam pelaksanaan pendidikan Nasional Negara kita,kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya haruslah menjadi pekerjaan penting yang harus di sikapi bersama,kemudian harapannya adalah lahir sebuah tindakan nyata yang bisa dijadikan sebuah penyeimbang dari kekurangan dan kelebihan dari pelaksanaan pendidikan masyarakat itu sendiri.
Upaya-upaya itu bisa di mulai dari sebuah kesadaran bersama akan pentingnya proses belajar bersama.membangun kolektifitas dan melakukan hal-hal teknis yang kan menuju terbangunnya sebuah aktifitas belajar bersama dalam ruang-ruang laternatif yang di buatnya.
Di lihat dari berbagai kondisi persoalan yang ada di sekitar sanggar dapat kita klasifikasikan sebagai berikut.
1. kondisi lingkungan
Masyrakat di sekitar sanggar yang tersebar dari wilayah penago baru dan sekitarnya,mengandalakan perekonomian mereka dengan cara berkebun kelapa sawit,nelayan dan di tambah dengan melakukan perdagangan ( membuka warung.namun tetap saja,secara garis besar pertahanan ekonomi masyrakat bertumpu kepada kemampuan hasil dari kelapa sawit.
Inilah yang kemudian menjadi persoalan besar kedepannya bagi masyrakat yang harus di lakukan upaya-upaya transformasi mengenai keberadaan HGU yang menghantui keberadaan wilayah masyrakat penago baru dan sekitarnya.di tambah lagi dengan keberadaan perusahaan pertambangan pasir besi yang juga menjadi pihak lain yang selalu berupaya untuk menguasai wilayah kehidupan masyrakat.

2. sikap pemerintah terhadap masyarakat
Dalam wacana teknis kekinian,sikapa pemerintah daerah yang telah memberikan kuasa terhadap HGU dan juga pertambngan,telah memaksa masyrakat untuk tetap melakukan upaya pertahanan.karna bukan menutup kemungkinan terbesarnya,HGU dan pertambngan akan menjadi penguasa tunggal atas hat tanah di wilayah penago baru dan sekitarnya.Rasionalisasi pemerintah daerah untuk mengesahkan HGU dan pertambangan dalam upaya mendapatkan APBD,harus benar-benar di kaji ulang.karna secara prakteknya jelas akan merugikan pihak masyrakat sekitar HGU dan Petrambangan yang seharusnya menikmati hasil dari APBD.
Penguasaan tanah dari hak masyrakat yang di kuasai oleh HGU dan Pertambngan,jelas bukan hanya mempersempit ruang ekonomi masyrakat,bahkan ruang untuk bertempat tinggalpun menjadi tidak layak hunikan.

3. Sepirit masyarakat
Budaya masyarakat penago baru dan sekitarnya memiliki keterbukaan yang positif,artinya mereka akan membuka ruang bagi pihak manapun untuk untuk berkontribusi dan bekerja sama dengan mereka,selama hal yang akan di lakukan bersama masyrakat itu adalah hal yang baik untuk bersama.
Artinya,dengan berdirinya sanggar belajar bersama ini akan menjadi sebuah ruang laboratorium belajar bersama dan bekerja bersama kedepannya dengan masyarakat dan pihak yang melibatkan diri.

B. Bentuk Tujuan

Sanggar belajar bersama di dirikan tidak lain adalah sebagai upaya memacu kemampuan daya kritis dan daya peran aktif dari masyarakat :
sekitar sanggar dalam lingkungannya.semua yang menyangkut segala kegiatan yang di lakukan di sanggar belajar bersama,akan mencoba memperkenalkan masyrakt pada setiap ruang berkehidupan mereka.
proses yang akan di lakukan adalah dengan menggunakan tahapan pengenalan,mempelajari,mengkritisi dan aktif dalam menyumbangkan solusi nyata.
Sanggar belajar bersama juga akan memfasilitasi dan memberi ruang belajar bagi masyrakat yang tidak memiliki kemampuan untuk masuk pendidikan formal.anak-anak,pemuda bahkan para orang tua yang berada di sekitar lingkungan sanggar akan bisa mengakses langsung dari pentingnya proses belajar yang diadakan oleh sanggar belajar bersama.
Selanjutnya,ketika tahapan tersebut sudah dilakukan,secara konsepsinya sudah mampu untuk di lakuakn bersama antara masyrakat dan pihak yang terlibat untuk melakukan kajian dalam merumuskan agenda bersama.


C.Bentuk Pelaksanaan
• Perpustakaan
Letak perpustakaan ada persis berada di tengah ruang belajar,di samping memudahkan ruang gerak,keberadan letak buku-buku juga akan memacu pengunjung sanggar untuk membaca dan mempelajarinya.
1.Metode dan teknis
Koleksi buku yang sudah ada di sanggar akan menjadi tanggungjawab bersama dalam pemeliharaan dan perawatannya.penanggungjawab secara structural akan di bentuk untuk mengurusi secara administrasi perpustakaan.dari hal penghitungan jumlah,pemberian nomer buku sampai keluar masuk buku dalam proses simpan pinjam buku perpustakaan.dalam hal peminjaman keluar,penanggungjawab akan menulis identitas peminjam sampai pada batas waktu peminjaman harus di administrasikan.ketertiban administrasi semacam ini,selain sebagai upaya pemeliharaan buku-buku perpustakaan,masyarakat juga akan di perkenalkan dengan cara-cara administrasi dan kedisplinan.
Bagi pengunjung sanggar yang berkeinginan untuk tidak meminjam buku untuk di bawa pulang,sanggar akan memberikan waktu-waktu yang telah di tentukan oleh pengurus sanggar untuk bisa membaca di dalam ruang sanggar



2.Capaian
Capaian yang di harapkan dari adanya penyediaan perpustakaan sanggara adalah,masyarakat yang berkunjung akan mengetahui manfaat buku bagi mereka.ketika budaya akan gemarnya membaca buku yang di lakukan oleh masyrakat sudah terbentuk,masyrakat di harapkan bukan saja mengerti persoalan-persoalan yang sedang terjadi di sekitar lingkungannya,namun juga bisa mengkritisi dan memberikan solusi-solusinya,melalui peran aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah.

• Tempat ruang belajar
Letak ruang belajar menyatu dengan perpustakaan,akan menjadi media membaca dan menulis,menggambar,membuat pertanyaan sampai mampu menyelesaikan dari pertanyaan-pertanyan yang ada.
1.Metode Dan Teknis
Waktu yang kan di jadwalkan dalam proses kegiatan di ruang belajar,akan diatur oleh pengurus sanggar belajar bersama.waktu-waktu itu akan di sesuiakan dengan kesibukan masyrakat di sekitar sanggar.
2.Capaian
Disamping terjadinya interaksi positif diantara pengunjung di sanggar,aktifitas belajar di ruang belajar sanggar akan mencoba system pengajaran yang lebih mengena,dari hal keterbatasan waktu,biaya dan kemampuan lainnya.
Namun yang utama adalah,masyrakat akan timbul rasa saling memiliki atas keberadaan sanggar belajar bersama tersebut,dan mendapatkan banyak wawasan yang terjadi di dalam maupun di luar lingkungannya.
• Tempat diskusi
Letak diskusi akan berada di halaman ruang belajar,di samping tidak akan mengganggu suasana belajar juga kegiatan diskusi yang biasanya di gunakan oleh para pemuda desa dan para orang tua akan lebih sedikit leluasa.
1.Metode Dan Teknis
Waktu-waktu untuk melakukan diskusi tidak akan di batasi oleh pengurus,namun agenda-agenda diskusi yang terencana,akan menjadi waktu tersendiri yang memang akan terjadwalkan dan dilaksanakan sebaikmungkin,ini di lakukan dalam kegiatan diskusi formal atau resmi.dan diskusi tidak resminya akan di kembalikan pada keinginan masyrakat sendiri,kapan dan berapa lama waktunya.
Diskusi akan di upayakan untuk membahas segala persoalan yang di anggap penting untuk di diskusikan.dalam diskusi formal,pengurus juga memiliki hak bukan hanya mengatur waktu,namun juga nara sumber dan tema diskusi menjadi bagian tugas kerjanya.

2.Capaian
Pengunjung diskusi akan tahu banyak mengenai hal-hal yang di sampaikan dalam perdiskusiannya.menganalisa,mengkritisi dan mencari jalan solusi untuk di lakukannya sebuah proses Advokasi.


D. Jenis Materi Pelajaran Di Sanggar Belajar Bersama
Ada bebrapa pelajaran yang akan menjadi kosentrasi dalam aktifitas belajar bersama di sanggar belajar bersama.yang kesemuanya akan mencoba untuk membangun daya kritis dan skil dan kepedulian terhadap segala persoalan di lingkungan sekitar sanggar dan di luar sanggar.diantara pelajaran yang akan menjadi kosentrasi belajar bersama itu antara lain :
1. Baca dan Tulis
Pembelajaran utama dalam proses belajar bersama di sanggar adalah membaca dan menulis,materi pelajaran baca dan tulis akan di sesuakan kelasnya menurut kemampuan masing-masing pengunjung sanggar belajar bersama.
Dengan di lakukannya proses belajar baca dan tulis,akan memudahkan masyrakat yang tidak mendapat kesempatan bersekolah di sekolah formal akan mudah mengakses dan membaca buku-buku yang ada di dalam sanggar.

2.Bidang seni dan budaya
Sepanjang garis pantai Bengkulu selatan,banyak terdapat keanekaragaman seni dan budaya yang di miliki oleh masyrakatnya.dengan kencang media Televisi yang selalu menyuguhkan budaya-budaya baru yang lebih megah dalam kulit,telah sedikit banyaknya mempengaruhi masyrakat untuk tidak perduli lagi akan keberadaan seni dan kebudayaan asli mereka.
Melihat akan hal seperti itu,sanggar belajar bersama mencoba untuk membuat sebuah aktifitas-aktifitas langsung untuk memasyarakatkan kembali seni dan budaya yang mereka miliki.dan salah satu caranya adalah,membuat acara pentas-pentas seni budaya yang akan di jadwalkan langsung oleh pengurus sanggar belajar bersama.sanggar belajar bersama juga akan menjadwalkan waktu kegiatan di mana anak-anak muda desa untuk mempelajarinya,karna pemudalah yang dalam waktu dekatnya akan menggantikan para orang tua mereka dalam menjaga dan peran aktif atas keberlangsungan seni dan kebudayaan mereka.

3.Bidang Lingkungan Hidup
Kegiatan-kegiatan sanggar belajar bersama yang menyangkut bidang lingkungan hidup tidak akan jauh dari hal-hal kepedulian terhadap persoalan lingkungan,.belajar pembenihan pohon,belajar membuat tahapan pembibitan dan melakukan penanaman di lahan kritis.dan pelajaran dalam bentuk pengetahuan tentang lingkungannya,sanggar belajar bersama akan menjadwalkan kegiatan-kegiatan diskusi lingkungan,saraseha, seminar dan lain sebagainya yang upayanya adalah untuk memberikan kesadaran masyrakat akan pentingnya lingkungan hidup bagi mereka.





E. Kebutuhan Perangkat teknis

• Pengadaan sanggar
Pengadaan sanggar menjadi sangat penting untuk di adakan,karna sanggar inilah yang kedepannya menjadi sentral kegiatan masyrakat dalam proses belajar di sanggar belajar bersama.
Bisa di mulai dengan pembuatan sanggar dalam konsep memulai,yang kemudian menjadi stimulus masyrakat untuk membesarkannya sesuai dengan kebutuhan ruang dan kenyamanan sanggar.
• Pengadaan Buku perpustakaan
Pengadaan buku-buku yang di gunakan untuk koleksi perpustakaan,dapat di lakukan dengan cara mengumpulkan dari masyrakat,sumbangan dari penerbit,yayasan-yayasan dan instansi lain yang tidak mengikat.

• Pengadaan Atk ( alat tulis kantor)
Alat tulis yang meliputi pulpen,spidol warna,buku untuk menggambar dan lain sebagainya,berfungsi sebagai alat atau media pelengkap dari proses belajar yang di lakukan di ruang belajar sanggar.
Pengadan bisa di lakukan sama dengan pengadan buku dan perawatannya juga akan di perlakukan sama oleh pengurus sanggar.

• Media Informasi
Media Informasi yang berbentuk secara fisiknya terbuat dari papan tulis putih,di samping mudah menghapusnya,juga mudah untuk menulisnya.
Media informasi ini akan memiliki peran sebagai tali yang kan menyambungkan segala kegiatan-kegiatan sannggar dan informasi di luar lainnya.
Media informasi bisa di katakana sebagai MADING atau majalah dinding.jika pengurus mampu memiliki dana yang bisa untuk berlangganan Koran,maka tidak menutup kemungkinan,media informasi akan di lengkapi keberadaan suran kabar atau Koran setiap harinya untuk di akses oleh semua warga di sekitar sanggar.

Kebutuhan alat-alat yang akan di gunakan di sanggar,sedikit banyak akan membantu masyrakat dalam hal belajar memahami persoalan di sekitar dan melakukan tindakan yang di jadikan rumusan untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Melihat dari kemampuan masyrakat di sekitar untuk menyediakan lata-alat yang di butuhkan disanggar,maka tidak menutup kemungkinan semua pihak yang berkeinginan untuk berkontribusi terbuka seluasnya.

2 komentar: