Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

PDAM Korban Pertambangan

PDAM Korban Pertambangan


Kekeruhan Air Sulit Diatasi
       BENGKULU-Terus menerusnya kualitas air yang dikelola PDAM Bengkulu meresahkan pelanggannya,terutama dikota Bengkulu.apalagi hasil investigasi Wahana Lingkungan Hidup(Walhi)Bengkulu tak lama ini menyebutkan air sungai yang menjadi sumber baku PDAM Bengkulu telah dicemari oleh limbah pertambangan batu bara dan pengelolaan sawit disekitar hulu Sungai Air Bengkulu.Kondisi demikian diperkirakan akan semakin memburuk,akan semakin mempersulit PDAM untuk meningkatkan kualitas air yang sudah terkonstamilasi limbah batu bara tersebut.
       Direktur Walhi Bengkulu,Zenzi Kepada RB  mengatakan,berdasarkan penelusurannya tingkat Kekeruhan air Sungai Bengkulu yang menjadi sumber mata air PDAM sangat tinggi.Tingkat  kekeruhannya mencapai 5000MPU.tingkat kekeruhan tersebut disinyalir akibat pertambangan batu bara dan kegiatan perkebunan kelapa sawit dihulu  Sungai Air Bengkulu.”Apabila dulu tingkat kekeruhan Sungai Air Bengkulu hanya mencapai 500 MPU maka dengan berkembangannya pertambangan batu bara dan sawit dihulu sungai tingkat kekeruhannya mencapai 5000 MPU,”jelas Zenzi.
       Dengan tingkat kekeruhan Sungai Air Bengkulu yang sangat tinggi ini.maka PDAM Bengkulu tidak mungkin mampu untuk memnjernihkan atau meningkatkan kualitas air yang distribusikan PDAM.Untuk itu,salah satu pemecahan masalah kekeruhan Air PDAM,yakni dengan menhentikan pertambangan dihulu Sungai Air Bengkulu.”PDAM Bengkulu biasanya hanya mampu meningkatkan kualitas air PDAM yang hanya memiliki tingkat kekeruhan 500MPU.kalau tingkat kekeruhan yang tingginya saat ini mencapai 5000 MPU yang dapat dilakukan dengan cara menhentikan pertambangan  batu bara,”tukas Zenzi.
        Zenzi selanjutnya mengatakan dengan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi tersebut,tentunya butuh zat kimia yang cukup banyak untuk menjernihkan air yang sudah terkonstaminasi oleh limbah.Dikhawatirkan apabila upaya peningkatan kualitas PDAM secara terus menerus dengan zat kimia yang tinggi pula,maka dapat merusak kesehatan konsumen PDAM serta masyarakat disekitar Sungai Air Bengkulu.”Tidak mungkin,kita mengorbankan PDAM untuk berhenti beroperasi lantaran  Air Sungai Bengkulu tercemar.Yang bisa dilakukan dengan cara menghentikan operasi pertambangan,”tukas Zenzi.
        Dikonfirmasikan  Kasubag Labotorium PDAM Bengkulu,Hasan Basri membenarkan kalau tingkat kekeruhan Air Sungai Bengkulu untuk memenuhi kebutuhan 40 persen konsumen PDAM sangat tinggi,5000MPU.Ia berharap pertambangan batu bara dapat melakukan instalasi secara standarisasi.sehingga tidak mecemari sungai.”Saya tidak menyalahkan siapapun.Yang jelas saat ini sungai Air Bengkulu yang menjadi sumber baku air PDAM yang dialirkan ke 40 persen pelanggannya dikota bengkulusudah sangat tinggi,Yakni 5000 MPU.Tingkat kekeruhan air tersebut sangat jauh berbeda dengan dulu,yang hanya 500 MPU,”tandas Hasan.Selanjutnya Hasan Basri mengatakan,karena tingkat kekeruhan air yang diambil dari  Sungai Air Bengkulu sangat tinggi,maka PDAM Bengkulu kesulitan untuk meningkatkan kualitas  kembali.Untuk itu ia menjelaskan terkadang air PDAM yang sampai pada masyarakat masih keruh.
       “Terkadang masyarakat mengeluh karena air mati.Sebenarnya,satu waktu kita memang sengaja menghentikan pendistribusian Air karena air sangat keruh dansulit untuk dijernihkan.selain itu,untuk meningkatkan kualitas air dengan tingkat kekeruhan yang sangat tinggi tentu membutuhkan biaya yang sangat besar,”tutup Hasan

0 komentar:

Posting Komentar