Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Seluma Membara, PT SIL Ludes Dibakar Massa

Seluma Membara, PT SIL Ludes Dibakar Massa

SELUMA BARAT – PT Sendabi Indah Lestari (SIL) Kamis (29/9) malam mendadak berubah menjadi lautan api. Seluruh fasilitas perusahaan hingga area perkantoran hancur rata dengan tanah akibat ulah ratusan warga yang mengamuk. Akibatnya perusahaan diperkirakan merugi hingga miliaran rupiah.

Kendati tidak bisa dirinci secara pasti kerugian yang dialami, namun dari fasilitas yang terbakar bisa dikalkulasikan berapa besar kerugian tersebut. Diantaranya 2 unit alat berat boldozer yang usianya baru 2 minggu. Ribuan bibit tanaman sawit. Tiga unit sepeda motor milik karyawan perusahaan. Dua pos jaga yang ikut dibakar warga. Beberapa bangunan bahkan rata dengan tanah. Begitu juga dengan bahan bakar solar yang jumlahnya sekitar 10 drum. Berikut tangki pengangkut solar yang bertuliskan Pertamina.

Tidak ada yang berani menghilangi aksi warga ini. Begitu juga dengan beberapa anggota Polsek Seluma yang berjaga di sekitar lokasi. Anggota polisi ini hanya bisa menyaksikan peristiwa tersebut. Tanpa bisa berbuat banyak karena jumlah warga yang mencapai ratusan dilengkapi dengan berbagai jenis senjata tajam (sajam). Awalnya warga mengancam akan membakar alat berat jika tidak ada kata mufakat terkait aksi penggusuran yang dilakukan PT SIL. Sepertinya massa yang berasal dari lima desa ini tidak sabar menunggu.

Sekitar pukul 20.45 WIB emosi warga semakin tidak terkendali. Kayu yang sudah ditimbun kemudian disiram dengan bahan bakar bensin yang sudah disiapkan sebelumnya. Api seketika membumbung tinggi ketika alat berat besar mulai dimakan api. Bahkan informasinya polisi yang berupaya mencegah aksi ini sempat mendapat ancaman dari warga yang sudah kadung emosi. Aksi brutal ratusan warga tidak sampai di situ saja. Tanpa dikomando mereka kemudian beranjak masuk ke arah perusahaan yang berjarak sekitar 2 KM.

Di sini warga membakar pos jaga satpam perusahaan. Berikut isi di dalamnya, sedangkan keamanan yang melihat kedatangan ratusan warga memilih untuk menyelamatkan diri. Pantauan kemarin terlihat puing-puing pos jaga yang sudah dibakar dan dirobohkan warga. Bahkan genset untuk penerangan tidak luput dari amuk massa. Puas menghanguskan pos jaga, kebrutalan massa semakin menjadi-jadi dengan membakar alat berat yang berada sekitar 500 meter dari pos jaga. Bukan hanya alat berat yang menjadi sasaran, tetapi juga area pembibitan yang atapnya terbuat dari daun rumbia.

Ribuan bibit ikut terbakar beserta pos dan sekitar 5 unit gerobak yang diperkirakan untuk mengangkut bibit. Ratusan warga yang dilengkapi senjata tajam tidak mampu dibendung petugas keamanan perusahaan. Mereka kembali mengamuk dengan membakar rumah camp milik Mattasan (50) yang berprofesi sebagai Satpam perusahaan. Honda Win dan Honda Supra X ikut juga dibakar. Bahkan sekitar 5 ekor kambing milik Mattasan ikut terbakar bersama bangunan yang dibakar warga. Komplek perumahan karyawan juga tidak luput dari amukan massa. Dua unit bangunan di sini sudah rata dengan tanah, sedangkan sebagian rumah karyawan habis terbakar berikut isinya.

Lalu kemanakah aparat keamanan? Informasi didapat tidak satupun aparat yang berada di lokasi saat kejadian. Hanya 2 orang polisi dari Polsek Seluma yang bertugas di PT tampak terlihat. Sehingga dengan leluasa ratusan warga membumihanguskan seisi perusahaan. Apa yang dilakukan massa sudah sangat meresahkan penghuni. Karena bukan tidak mungkin peristiwa ini akan merenggut korban jiwa jika karyawan tidak melarikan diri.

Sementara itu, Kades Lunjuk Kecamatan Seluma Barat, Dahroni ketika ditemui kemarin mengaku tidak tahu menahu dengan aksi yang dilakukan warga. Saat kejadian dikatakan dirinya sedang berada di Mapolda Bengkulu untuk melaporkan penggusuran tanaman oleh PT SIL. “Saya tidak tahu karena saya tadi malam berada di Polda,” kata Kades. Menurutnya massa tadi malam bukan hanya berasal dari Lunjuk, namun dari desa lain. Sehingga kemungkinan sangat sulit dikendalikan mengingat jumlahnya yang sangat banyak.

Tempatkan 1 Peleton Brimob

Kemarin, Pemda Seluma segera mengambil sikap sejak kejadian tersebut. Bersama pihak terkait kemarin digelar rapat bersama Kapolres Seluma, AKBP Yudhi Wahyudiana, S.Ik, MM dipimpin langsung Wabup Seluma Bundra Jaya, SH. Usai rapat kemarin, Kapolres mengungkapkan untuk pengamanan situasi saat ini sudah dikirim 1 peleton pasukan Brimob dari Polda. Pengamanan akan dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif.

Sementara itu, untuk pentolan yang menjadi motor di balik aksi anarkis tadi malam saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Sejauh ini belum satupun warga yang ditahan atau dijadikan tersangka di balik peristiwa tersebut. “Untuk saat ini sudah ditempatkan 1 peleton Brimob dari Polda,” ujar Kapolres kemarin.

PT SIL – Warga Saling Lapor

Pasca amuk massa warga lima desa di Kabupaten Seluma dengan PT Sendabi Indah Lestari (SIL), dipastikan berlanjut ke ranah hukum. Kedua belah pihak (PT SIL dan warga,red) saling melapor ke Polda Bengkulu. Kamis (30/9) sekitar pukul 15.30 WIB, Taharudi (48), salah satu warga Desa Lunjuk merasa dirugikan oleh PT SIL. Versinya, sebanyak 150 batang tanaman karet telah dirusak oleh PT SIL.

Hanya berselang beberapa jam usai Taharudi melapor, kali ini giliran Manajer PT SIL Ribut Prahoro (46) melaporkan dua orang yang berinisial Nd, Na dan DKK ke Polda Bengkulu. Terlapor dituding telah melakukan perusakan kantor dan alat berat milik PT SIL.

“Untuk kedua laporan tersebut memang saat ini telah kami terima, untuk selanjutnya diposes secara hukum,” terang Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Hery Wiyanto, SH. (rakyat bengkulu)

0 komentar:

Posting Komentar