Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Aksi 100 Massa Berlanjut, 3 Kades Kini Diincar Warga

KETAHUN – Sekitar pukul 08.00 WIB Minggu (4/12), 100 massa gabungan antara warga Desa Simpang Batu dan Lembah Duri Kecamatan Ketahun kembali melakukan aksi demo dengan mendatangi perkebunan PT Sandabi Indah Lestari (SIL). Mereka menyampaikan tuntutan di hadapan anggota Polres BU dan para petinggi perusahaan.

Aksi kemarin berlangsung damai dengan kawalan ketat polisi. Massa hanya menyampaikan tuntutan yang antara lain, pertama, meminta aktifitas PT SIL dihentikan hingga adanya penyelesaian. Dua, Satpam perusahaan yang ada di lokasi perkebunan diganti dengan polisi. Tiga, meminta aparat kepolisian memfasilitasi pertemuan dengan Bupati BU.

Setelah menyampaikan aspirasinya, masyarakat membubarkan diri dengan tertib tanpa melakukan pemukulan ataupun pengerusakan seperti demo yang dilakukan Sabtu lalu.

Uniknya, warga tak cuma menunjukan kemarahannya dengan PT SIL yang telah mulai menggarap lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang masih sengketa karena terlanjur digarap masyarakat. Massa juga menuding Kades Simpang Batu Karom Wel dan Kades Benteng Besi (Versi Lebong) Liharman, serta Kades Lembah Duri Rohidi telah berpihak dengan PT SIL.

Ketiga Kades tersebut dinilai telah memihak karena telah membiarkan PT SIL melakukan aktifitas di lokasi perkebunan yang masih sengketa. Selain itu, Kades juga dinilai gagal memperjuangkan pemekaran desa yang sebagian lahannya masuk dalam HGU PT SIL yang sudah digarap warga.

Kades Mengungsi

Sementara itu, Kades Simpang Batu Karom Wel ketika dikonfirmasi membenarkan dirinya, Rohidi dan Liharman (Kades Lebong satu wilayah dengan Simpang Batu) menjadi incaran massa. Bahkan ketika dihubungi RB ia mengaku tengah mengungsi mengamankan diri takut jika warga berbuat nekat.

“Saat ini warga tengah panas, lebih baik saya mengungsi dulu. Mungkin hanya Rohidi (Kades Lembah Duri,red) yang tidak mengungsi. Soalnya i desanya banyak olisi,” terang Karom Wel yang enggan menyebutkan posisinya saat itu.

Ia juga membenarkan jika ia dan 2 Kades lain dituding memihak PT SIL. Namun ia membantah tudingan tersebut. Versinya ia hanya menjalankan tugas sesuai ketentuan. Sedangkan, SIL menggarap lahan bukan berdasarkan izin desa melainkan izin HGU yang memang sudah dimiliki PT SIL pasca memenangkan lelang dari kejaksaan atas HGU Ways Sebayur.

“Saya serbasalah, nanti kalau saya larang PT SIL beroperasi saya malah salah dimata hukum. Apalagi kalau warga sampai anarkis, nanti saya yang ditangkap. Alau memihak sama sekali tidak ada,” demikian Karom Wel.

140 Polsisi Siaga

Hingga kemarin, sebanyak 140 polisi disiagakan di lokasi titik massa di Desa Lembah Duri. Diantaranya dalah sebanyak sekitar 70 personel Sabhara Polda Bengkulu bersenjata laras panjang dan satu unit mobil Barakuda diterjunkan ke okasi kemarin.

Kapolres BU AKBP. Harries Budiharto, S.Ik, M.Si melalui Kapolsek Ketahun AKP. Abduh Arbain mengungkapkan meski kondisi kemarin lebih kondusif dibandingkan Sabtu saat demo pertama berlangsung. Namun polisi tetap siaga akan kemungkinan ratusan massa kembali bergerak ataupun melakukan pengerusakan di lokasi camp PT SIL.

“Semua tuntutan massa sudah kita penuhi, hanya saja tinggal memediasi antara Pemda dengan perwakilan masyarakat. Sementara anggota yang diterjunkan masih tetap iaga menghindari kemungkinan aksi massa lagi,” demikian Abdu.

Sekadar mengingatkan, puncak kekesalan massa karena PT SIL dinilai lancang dengan mulai melakukan perataan tanah dengan alat berat di sekitar 300 Ha lahan HGU yang masih sengketa. Puncaknya Sabtu (3/12) sekitar pukul 17.30 WIB sekitar 200 massa 2 desa menyisir perkebunan dan sempat memukul 2 buruh kebunPT SIL Bambang dan Suef serta merusak 1 unit motor milik Bambang.

Sementara itu, GM PT SIL Hendro ketika ihubungi RB saat Demo Sabtu lalu mengungkapkan bersedia menarik semua alat beratnya dan menghentikan aktifitas perkebunan sebelum dilakukan perundingan ulang dengan warga. Awalnya ia menilai perataan 300 Ha lahan yang dilakukannya sudah tidak masalah karena warga yang sempat menduduki lahan telah menerima ganti rugi.(qia)( http://harianrakyatbengkulu.com/?p=5808)

0 komentar:

Posting Komentar