Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Konflik Pertanahan di Bengkulu Jadi Bom Waktu

BENGKULU--MICOM: Kapolda Bengkulu Brigjen Burhanuddin Andi menilai, potensi konflik di wilayah ini sangat rawan. Jika dibiarkan akan menjadi bom waktu bahkan bisa menjadi peristiwa seperti di Mesuji.

"Modusnya hampir sama yaitu konflik antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan, dengan demikian perlu diantisipasi agar tidak ada ledakan besar," kata Kapolda di Bengkulu, Rabu (28/12).

Ia menjelaskan, potensi konflik di Bengkulu antara lain terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu kerusuhan antara masyarakat Desa Bang Haji dengan PT Bio Nusantara.

Meski tidak ada korban jiwa, namun perkantoran dan rumah karyawan PT Bio Nusantara habis dibakar massa, hal serupa juga terjadi antara masyarkat Desa Niur Kecamatan Sukaraja dengan PTPN VII di Kabupaten Seluma dan PT Sandabi Indah Lestari di Kabupaten Bengkulu Utara dengan masyarakat sekitar.

Konflik itu sebagian besar akibat tumpang tindih perizinan perkebunan besar dikeluarkan Agraria terdahulu, sehingga masyarakat dan pihak perkebunan sama-sama memiliki bukti sah.

"Saat ini kita masih melakukan proses penyelidikan terhadap beberapa izin perusahaan perkebunan dan pertambangan karena diduga terjadi penyalagunaan wewenang dalam mengeluarkan izin usaha oleh pihak tertentu," tandasnya.

Ia mengatakan, kewenangan pemerintah dalam mengeluarkan izin itu harus ditinjau kembali, untuk memastikan apakah prosedur dilakukan sudah seusai dengan aturan dan mekanisme berlaku atau tidak. Bukti adanya indikasi penyalahgunaan dalam kewenangan mengeluarkan izin perusahaan perkebunan dan pertambangan itu, karena banyaknya konflik agraria terjadi akhir-akhir ini

(http://www.mediaindonesia.com/read/2011/12/28/287540/126/101/Konflik-Pertanahan-di-Bengkulu-Jadi-Bom-Waktu )

0 komentar:

Posting Komentar