Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Walhi: perlombaan investasi-ruang kelola timbulkan konflik sda



Bengkulu,  (ANTARA Bengkulu) - Wahana Lingkungan Hidup Provinsi Bengkulu mencatat terjadinya konflik atas sumber daya alam karena perlombaan investasi dan ruang kelola masyarakat.

"Kedua hal tersebut menjadi dasar mengapa terjadi persoalan dan konflik atas sumber daya alam saat ini di Bengkulu," kata Direktur Eksekutif Walhi Bengkulu, Adi Syaputra.

Seperti diketahui, lanjut dia, Provinsi Bengkulu sekitar 80 persen area budidaya dikuasai oleh 49 HGU perusahaan perkebunan dan 72 kuasa pertambangan dengan ksiaran luas mencapai 463.964,54 hektare.

"KOndisi inilah yang sebenarnya menjadi titik awal dimana persoalan lingkungan dan gejolak maupun konflik atas sumber daya alam," terang dia.

Jika dilakukan analisis keruangan terhadap luas Provinsi Bengkulu dan kebutuhan investasi skala sebagai penopang ekonomi pembangunan, maka kebutuhan akan sumber daya alam sangat tinggi.

Di sisi lain, pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan yang cukup signifikan dan kebutuhan masyarakat terhadap ruang kelola juga tinggi.

Adi dalam keterangannya yang diterima Antara di Bengkulu juga menyebutkan, Provinsi Bengkulu saat ini mengalami fase dimana telah bermunculan persoalan lingkungan.

"Hampir di setiap kabupaten mengalami gejolak baik persoalan lingkungan maupun konflik terhadap sumber daya alam yang terus bermuculan," kata dia.

Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan cara pandang dari kalangan pemerintah yang justeru mengorbankan sumber daya alam untuk investasi skala besar sebagai penopang pembangunan yang lebih menguntungkan pasar dan modal.

Karena itu, ujar dia, berangkat dari persoalan dan konflik atas sumber daya alam, jika tidak menjadi bacaan serius dan penting maka akan menimbulkan persoalan dan gejolak serius khusus di Bengkulu, baik berupa bencana ekologi, lingkungan, bahkan konflik-konflik agraria yang sangat serius.

Guna membahas persoalan tersebut, Walhi Bengkulu menggelar sarasehan "Refleksi antarelemen dan masyarakat, petani, serta komunitas di Provinsi Bengkulu dalam menyikapi konflik-konflik atas sumber daya alam".

"Tujuannya, membangun desiminasi informasi tentang menyikapi konflik-konflik atas sumber daya alam di Provinsi Bengkulu. Memperkuat solidaritas gerakan antarelemen dan masyarakat dalam menyikapi konflik atas sumber daya alam," kata dia.

Capaiannya yaitu adanya temu lingkar elemen Walhi Bengkulu bersama masyarakat, petani, serta komunitas di Provinsi Bengkulu guna refleksi dan menyikapi konflik-konflik sumber daya alam. (Antara)

0 komentar:

Posting Komentar