Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Hari Anti Tambang, Aktifis Lingkungan Lakukan Aksi Bungkam

Spanduk Memperingati Hatam di depan Dinas  ESDM Prov. Bengkulu
Walhi Bengkulu bersama beberapa lembaga yang bergerak dibidang lingkungan seperti Genesisi, Ulayat dan Mapetala Unib melakukan aksi bungkam di depan kantor Dinas ESDM Provinsi Bengkulu (29/5). Aksi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari anti tambang.

Dalam aksi yang berlangsung selama 2 jam peserta menggunakan atribut pocong sebagai simbol kematian, karena banyak kasus pertambangan telah menelan korban jiwa, seperti yang terjadi di Kalimantan. Peserta juga membentangkan beberapa spanduk yang bertuliskan penolakan terhadap tambang, kritikan kepada pemerintah yang melakukan pembiaran kejahatan tambang dan desakan kepada pemerintah untuk membongkar kasus kecurangan pertambangan.

Dalam orasinya korlap Uli mengatakan, ada 440ribu hektar lahan di Provinsi Bengkulu telah menjadi kawasan konsesi pertambangan. Hal ini menyebabkan ruang kelolah masyarakat semakin sempit. Padahal sebagian besar masyarakat Provinsi Bengkulu adalah petani yang membutuhkan lahan untuk bercocok tanam.

Uli juga mengatakan banyaknya perusahaan tambang batubara tidak melakukan reklamasi. Padahal lobang-lobang bekas tambang mengandung racun yang berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya. Pelaksanaan reklamasi juga amanat dari undang-undang. Ada pembiaran pemerintah terkait dengan pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan.


Uli meminta Pemerintah untuk tegas kepada perusahaan pertambangan yang telah melakukan pelanggaran dan tidak memberikan izin konsesi di dalam kawasan hutan, karena hutan memiliki banyak fungsi untuk keselamatan hidup manusia. Jika hutan rusak akan berpengaruh pada kualitas hidup manusia. Pemerintah diharapkan hati-hati dalam memberikan izin konsesi pertambangan karena dampak buruknya sangat besar dan lebih memikirkan kepentingan masyarakat sebagai penerima dampak.

0 komentar:

Posting Komentar