Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Abrasi Ancam Jalinbar Di Desa Padang Bakung

Gambar. Jalan Lintas Barat di Desa Padang Bakung, Seluma
Tingkat abrasi di kawasan pesisir Bengkulu cukup tinggi. Berdasarkan data dari Balai Wilayah Sumatera 7, sepanjang 49,5 kilometer jalan di kawasan pesisir Bengkulu dinyatakan kritis karena abrasi. Data dari riset mereka juga menunjukkan bahwa pengikisan wilayah daratan oleh abrasi di kawasan peisisir Bengkulu mencapai 3,8 meter pertahun.

Salah satu lokasi dengan laju abrasi yang cukup parah yaitu terjadi di desa Padang Bakung, Kecamatan Semidang Alas Maras, Seluma. Jalan lintas barat yang menghubungkan Sumatera Barat dan Lampung yang melintas di desa ini terancam hilang akibat pengikisan daratan oleh ombak laut. Tidak hanya itu, pemakaman warga yang ada di sekitar pesisir pantai desa ini juga terancam hilang.

Pohon-pohon bertumbangan akibat tidak mampu berdiri menahan ganasnya laju abrasi. Cukup banyak tunggul pepohonan yang telah mati di kawasan pantai desa ini. Hal ini menunjukkan bahwa, bibir pantai yang saat ini dahulunya adalah hutan pantai.

Laju abrasi yang terjadi karena beberapa faktor, salah satunya karena terganggunya keseimbangan alam. Ditemukan banyak tanaman sawit disekitar bibir pantai ini. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi alih fungsi kawasan pesisir, yang awalnya adalah hutan pantai menjadi perkebunan kelapa sawit. Penyebab lain yaitu Bengkulu berhadapan dengan Samudra Indonesia, sehingga ombaknya cukup besar. Hal ini berdampak pada tingginya angka pengikisan bibir pantai di Bengkulu.

Sony Taurus manager Advokasi WALHI Bengkulu menilai bahwa laju abrasi pantai yang tinggi di kawasan pesisir Bengkulu tidak lepas dari faktor manusia. Hutan pantai dan ekosistem mangrove sebagai kawasan ekologi genting unik dan penting seharusnya tidak dialihfungsikan, apa lagi menjadi kebun kelapa sawit. Karena hutan inilah yang berfungsi mencegah dan mengurangi laju abrasi.

Tingginya laju abrasi juga tidak lepas dari dampak pemanasan global. Mencairnya es di kutub utara dan di kutub selatan menyebabkan permukaan air laut naik. Sehingga yang terjadi bibir pantai terus mengarah ke darat dan tidak menutup kemungkinan pulau-puluau kecil juga akan tenggelam, lanjut Sony.

Sony menambahkan langkah awal yang harus dilakukan Pemerintah untuk  mencegah dan mengurang laju abrasi adalah dengan membangun pemecah ombak. Selain itu, kawasan pesisir yang telah rusak dan dialihfungsikan, sebaiknya dikembalikan seperti keadaan semula yaitu hutan pantai dan mengrove. 

0 komentar:

Posting Komentar