Langsung ke konten utama

WALHI Galang Perempuan Lawan Industri Ekstraktif;




Manajer Kampanye Hak-hak Perempuan WALHI Bengkulu Meike Inda Erlina

BENGKULU, PB – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) secara nasional menggalang kekuatan untuk memperkokoh gerakan perempuan melawan industri ekstraktif khususnya industri pertambangan dan PLTU Batubara.
WALHI Bengkulu turut mengambil bagian dalam kampanye peringatan hari perempuan karena dalam skema perjuangan WALHI termaktub nilai keadilan gender.
Selain itu, WALHI Bengkulu juga menilai bahwa perlawanan harus terus dilakukan mengingat dampak yang sangat signifikan dari adanya aktivitas pertambangan batu bara, tidak hanya terjadi pada lingkungan dan masyarakat secara umum, tetapi juga kepada perempuan.
“Di Bengkulu sendiri sekarang sudah banyak sekali tambang batu bara, mulai dari Bengkulu Utara sampai Bengkulu Selatan,” ujar Meike Inda Erlina, manajer kampanye hak-hak perempuan WALHI Bengkulu, saat konferensi pers di Sekretariat WALHI Bengkulu, Kamis (8/3).
Pada kesempatan ini, WALHI Bengkulu juga melibatkan peran para seniman-seniman lokal, mahasiswa, akademisi dan berbagai pegiat isu-isu perempuan dan lingkungan untuk bersolidaritas dan mendukung upaya-upaya yang terus dilakukan oleh para perempuan yang memperjuangkan hak-haknya atas lingkungan hidup dan berkeadilan.
Berdasarkan hal tersebut WALHl secara nasional mendesak kepada pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla untuk:
1. Mengoreksi secara mendasar kebijakan ekonomi yang bertumpu pada industri ekstraktif yang telah merampas sumber-sumber kehidupan perempuan yang berujung pada pemiskinan struktural terhadap perempuan,
2. Melakukan pemulihan atas hak-hak sosial budaya dan ekologis yang selama ini telah dihancurkan oleh pembangunan atas nama pembangunan ekonomi,
3. Memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap inisiatif perempuan dan komunitasnya dalam melindungi lingkungan hidup dan mengelola sumber-sumber agrarianya yang kini semakin terancam oleh industri tambang,
4. Menghentikan berbagai tindak kekerasan dan kriminalisasi terhadap perempuan yang memperjuangkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta melindungi perempuan pembela lingkungan hidup dan pejuang agraria dari serangan kekuatan korporasi,
5. Melibatkan partisipasi perempuan secara bennakna dalam pengambilan kebijakan/keputusan dari tingkat desa hingga nasional,
6. Mengakui dan memajukan pengetahuan dan pengalaman perempuan dalam mengelola lingkungan hidup dan sumber-sumber agraria. [Nadia Tri Hidayati]
 27 kali dilihat, 1 view today



sumber : http://pedomanbengkulu.com/2018/03/walhi-galang-perempuan-lawan-industri-ekstraktif/ 

Komentar