Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

2 Tsk Baru PPBA, Diperiksa 4 Jam

Su dan He, kemarin di gedung Kejati, diperiksa oleh 2 jaksa penyidik Yudi Istono, SH dan T. Banjar Nahor, SH. Pemeriksaan memakan waktu selama 4 jam, sejak pukul 09.00-15.00 WIB. Tak banyak yang bisa didapat terkait pertanyaan yang diajukan mengingat pemeriksaan berlangsung tertutup, namun Kajati Bengkulu BD Nainggolan, SH melalui Kasi Humas Penkum Santosa Hadipranawa, SH membenarkannya saat dikonfirmasi.


“Ya, kedua tsk kita periksa lagi. Pertanyaannya seputar pelaksanaan proyek yang dikerjakan keduanya sebagai kontraktor. Pemeriksaan berlangsung 4 jam, sempat 1 kali istirahat, memberi kesempatan kepada kedua tsk untuk makan siang dan melaksanakan ibadah,” ungkap Santosa ditemui RB.

Ditanyakan peluang penambahan tsk lain dalam pengusutan PPBA jilid II ini,, Santosa belum bisa memastikannya. “Ya kita lihat saja nanti. Kalau memang terindikasi ada keterlibatan pihak lain tidak menutup kemungkinan, ikut ditetapkan sebagai tsk. Saat ini prioritas kita pemeriksaan intensif dua tsk yang sudah ada,” lanjut Santosa dengan logat Jawa.

Kedua tsk yang saat ini mendekam di Lapas Malabero kelas IIA Bengkulu dengan status tahanan penyidik, datang ke kantor Kejati di Jalan S. Parman menggunakan mobil tahanan. Didampingi 2 Penasihat Hukumnya (PH) Henny Anggraini, SH, MH dan Erwin Sagitarius, SH, MH, kedua tsk langsung menuju ruang penyidik. Tsk Su diperiksa Banjar Nahor, dan He oleh Yudi Istono. Ditanyakan jumlah pertanyaan yang diajukan, Kasi Penkum enggan menyebutkan. “Jangan dululah. Kita juga sedang berupaya untuk mempercepat penyidikan agar bisa segera disidangkan,” lanjut Santosa.

Sebagaimana diketahui, Su merupakan penyendang dana sekaligus pelaksana teknis di lapangan paket proyek pemasangan bronjong di Kayu Kunyit Kabupaten Bengkulu Selatan yang dikerjakan CV. Heru Putra. Nilai kontrak Rp 168.875.455. Dalam pemeriksaan jaksa di lapangan, pengerjana fisik yang terpasang hanya senilai Rp 83.227.113 sehingga selisih dari kontrak mencapai Rp 85.648.342.

Sementara He merupakan pelaksana teknis di lapangan sekaligus yang bertanggung jawab atas administrasi proyek pemasangan Box Culvert di Tanjung Iman, Muara Saung, Kabupaten Kaur yang dikerjakan CV. Patrianida. Nilai kontraknya Rp 686.657.273, sedang fisik yang terpasang senilai Rp 339.977.755. sehingga selisih dananya Rp 346.679.518.(lid)

0 komentar:

Posting Komentar