Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Dua Warga Ditangkap,Lima Desa Mencekam


Aksi unjuk rasa ratusan warga dari lima desa kemarin awalnya terkendali. Massa yang juga melibatkan anak-anak dan kaum ibu menyampaikan tuntutannya sambil memblokir jalan umum. Seperti hari-hari sebelumnya. Di antaranya meminta perbaikan jalan umum yang rusak berat akibat dilalui truk sawit PT. AA. Warga juga meminta PT. AA memperkerjakan masyarakat sekitar di perusahaan dan tuntutan lainnya.

Selain itu, dengan berteriak-teriak massa mengatakan kalau selama ini mereka telah dijajah oleh PT. AA. Malah aksi ini mengarak ke SARA. Sebelum semua tuntutan mereka itu dipenuhi, massa tidak mau menyingkir dari jalan umum, yang juga akan dilalui truk yang mengangkut buah sawit PT. AA dari kebun menuju pabrik.

Sementara dari pihak kepolisian, sekitar dua pleton dikerahkan. Gabungan dari Polres Seluma dan Polsek Sukaraja. Semua perwira di Polres dan seluruh fungsi kesatuan kepolisian berada di lokasi. Beberapa kali polisi membujuk massa agar membuka jalan. Tetapi, tidak pernah berhasil. Hingga akhirnya polisi membuat skenario lain.

Sekitar pukul 12.45 WIB, kepada massa, polisi meminta untuk membuka jalan karena anggota kepolisian akan lewat. Tetapi, scenario polisi ini terbaca oleh massa. Massa memang membuka jalan. Tetapi, mereka mengikuti anggota polisi dan bahkan ada sebagian yang sudah lebih dahulu menghadang menuju lokasi tempat keluarnya mobil truk yang yang lewat jalan lain tersebut.

Kerusuhan pun tidak terhindarkan lagi. Sebagian polisi menahan massa yang akan menuju lokasi keluarnya mobil truk sawit. Tetapi, massa tetap memaksa untuk lewat. Tarik-menarik antara polisi dan masyarakat pun terjadi. Sebagian warga tersebut terpaksa mundur dikejar aparat kepolisian.

Namun, di lokasi tempat keluarnya truk yang mengangkut buah sawit PT. AA, sudah ada juga puluhan warga. Mereka menghadang truk yang mengangkut buah sawit PT. AA. Di lokasi ini pun terjadi bentrok antara warga dan polisi.

Dua warga Pasar Ngalam yang masih dua beradik digaruk polisi dan diangkut ke Mapolres. Beberapa warga lainnya mengalami luka akibat terjatuh waktu dikejar aparat kepolisian. Delapan truk yang mengangkut buah sawit PT. AA berhasil lolos dari hadangan massa dan keluar di jalan alternatif ini.

Akibat dua rekan mereka yang diciduk, membuat massa kian beringas. Sekitar 200 warga berkumpul, mencaci-maki polisi. Pukul 14.30 WIB, mereka bermaksud menyusul Indra Hadi dan Nur Hamadi. Dengan menggunakan satu unit truk, satu Kijang kapsul pick up dan sekitar 50 unit motor yang berboncengan. Rombongan berhenti di simpang menuju pabrik PT. AA, tak jauh dari simpang tiga Ngalam.

Di simpang menuju pabrik PT. AA sudah menunggu anggota kepolisian. Massa berhenti di persimpangan itu dan menanyakan dua rekan mereka yang diamankan. Selang 10 menit massa sampai, tiba Kapolres Seluma AKBP Drs. Sugeng Harianto, SH dengan didampingi seluruh perwira Polres. Kapolres langsung menghadapi massa. Kedua belah pihak yang sudah mulai panas semua ini berhadap-hadapan. Kepada massa Kapolres menegaskan, kalau kedua warga yang diamankan tersebut karena sebagai provokator dan membawa senjata tajam yang sekarang ikut diamankan.

Massa tampaknya tetap tidak bisa menerima. Persetegangan pun terjadi. Bentrok kembali terulang. Karena, massa sudah berbaur dengan kepolisian, sejumlah perwira dan anggota terpaksa melepaskan tembakan ke atas. Terdengar sekitar sepuluh kali tembakan peringatan dimuntahkan dari moncong senpi.

Setelah suasana mulai terkendali, polisi pun menggiring massa untuk bubar. Namun, massa tampaknya belum mau bubar. Mereka memilih berkumpul-kumpul di jalan, sekitar 300 meter dari aparat. Setelah digiring lagi, massa kembali menjauh.

Selain mengamankan Indra Hadi dan Nur Hamadi, polisi juga membawa Kades Pasar Ngalam, Rajik. Kata Kapolres, Rajik tidak diamankan. Ia sebatas dimintai keterangan.

Kapolres menegaskan, dalam hal ini pihaknya hanya menjalankan tugas pengamanan. Tidak ada membela ke suatu pihak. ‘’Kita berada di tengah-tengah. Kalau warga yang melakukan pelanggaran, kita proses secara hukum. Begitu pula sebaliknya, bila pihak perusahaan yang melanggar, juga tetap akan diproses,’’ jelas Kapolres.

Ditegaskan Sugeng Harianto, aksi yang dilakukan masyarakat dengan pengadangan jalan di Pasar Ngalam, sudah mengangganggu ketertiban umum. Sebab, jalan yang diblokir tersebut merupakan jalan umum.

Peristiwa kisruh demo PT. AA kemarin mendapat sorotan dari caleg terpilih DPRD Seluma dari Partai Pelopor, Mufran Imron, SE. Ia mengharapkan konflik warga versus PT. AA ini dapat diselesaikan dengan kepala dingin. Serta tidak ada pihak yang terpancing emosi. Sehingga membuat masalah tambah meruncing.

‘’Masalah ini juga mestinya mendapat perhatian dari Pemkab dan DPRD. Untuk mencarikan jalan terbaik baik masyarakat dan perusahaan yang membuka usaha di Seluma. Pemkab dan DPRD tidak bisa berpangku tangan lagi dengan terus meruncingnya masalah antara PT. AA dan masyarakat sekitar,’’ pungkasnya.(

0 komentar:

Posting Komentar