PT. Agri Andalas vs Warga, Sempat Memanas

0 komentar

Ini terkait berhembusnya kabar kalau ada salah seorang warga Pasar Ngalam, Kecamatan Air Periukan, Syafrianto (24), mengalami luka-luka dan motornya rusak. Disebutkan, itu terjadi lantaran sepeda motor yang dikendarai ditabrak mobil patroli PT AA berisikan anggota Brimob yang menjaga keamanan kebun tersebut.
Versi lainnya menyebutkan, kalau itu murni kecelakaan, yang berlangsung sekitar pukul 12.05 WIB. Saat Syfarianto bersama belasan warga lainnya mengontrol kantor perkebunan PT. AA di Pasar Ngalam. Tiba di persimpangan jalan, rombongan Syafrianto ini berpapasan dengan mobil patroli PT. AA, tanpa sengaja kedua kendaraan yang berpapasan ini baku seruduk.

Informasi ini cepat menyebar di tengah masyarakat, umumnya menyebutkan Syafrianto luka karena ditabrak dan motornya dirusak, cepat menyebar, memancing emosi warga. Dalam waktu sekejap, warga yang turun ke jalan langsung semakin bertambah jumlahnya. Semula hanya ada sekitar 80 orang yang memblokir jalan sejak hari kedua, pascaberhembusnya kabar itu, kosentrasi massa mencapai 2 kali lipat.

Kades Pasar Ngalam, Rajik kepada koran ini mengatakan, situasi sempat memanas tersebut bisa cepat diatasi sehingga tak sampai terjadi aksi anarkis dan jatuhnya korban. ‘’Sudah diselesaikan. Motor Syafrianto yang rusak itu sudah diperbaiki di bengkel dan sekarang sudah diserahkan kepadanya. Biayanya ditanggung pihak PT. AA. Kendati ditanggulangi sementara oleh saya,’’ terang Rajik.

Di bagian lain Kades Ngalam mengatakan, masyarakat sempat bertemu dengan pihak PT. AA. Dari PT AA diutus untuk menemui masyarakat, adalah manager Kebun PT AA di Karang Nanding, Bengkulu Utara, Hasan. Sehingga, tidak bisa diajak masyarakat untuk berunding menyelesaikan masalah yang terjadi.

‘’Aksi masyarakat akan terus berlanjut. Sampai ada pihak perusahaan yang berkompeten menemui. Misalnya seperti Kepala Humas Perkebunan, Moeslim. Kami masih menunggu niat baik dari perusahaan,’’ ungkap Rajik.
Terpisah, Kapolres Seluma AKBP Drs. Sugeng Harianto, SH yang langsung turun ke lokasi mengatakan, situasi masih bisa terkendali.

Kendati seratus orang lebih warga dari lima desa, yakni Keban Agung, Lawang Agung, Kungkai Baru, Pasar Ngalam dan Air Periukan terkosentrasi di jalan. Anggota Polsek Sukaraja dan Polres Seluma yang melakukan pengamanan, juga lebih banyak ketimbang hari sebelumnya. Tidak kurang satu pleton, guna mengantisipasi segala kemungkinan.

Kapolres didampingi Kapolsek Sukaraja, Iptu M. Ilyas juga menyangkal adanya informasi perusakan motor warga oleh pihak PT. AA. ‘’Itu informasi propokatif. Yang benar, ada motor warga yang terlibat kecelakaan dengan mobil patroli PT AA. Bukan karena sengaja ditabrak. Dan masalah itu sudah selesai,’’ terang Kapolsek.

Aksi blokir jalan dan penghadangan mobil pengangkut buah sawit PT. AA ini, dilakukan sejak Senin (18/5). Penyababnya, masyarakat lima desa di sekitar perusahaan merasa kecewa dengan PT. AA. Masyarakat merasa tidak adanya kepedulian perusahaan tersebut dengan lingkungan, seperti kondisi jalan. Bahkan terakhir, PT. AA membuat aturan sepihak, mewajibkan petani yang memiliki kebun di sekitar perkebunannya untuk melapor setiap kali akan panen dan selesai panen.(RB)

Share this article :

Poskan Komentar

 
Walhi Bengkulu : Eknas | Boekan Studio | Bengkulu Environment Care
Copyright © 2010. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger Published by Dracoola Media
Thanks To LoenBun