Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Talo mencekam, dua pekerja PT.FN Disandera Polisi Datang Dihadang Massa

Rakyat Bengkulu, 24 Januari 2009
.
ILIR TALO – Suasana Desa Passer Talo, Kabupaten Seluma tadi malam mencekam. Itu menyusul disanderanya dua orang yang diduga pekerja PT.Famiaterdio Nagara (PT.FN). warga setempatmenyandera dua orang tersebut karena dicurigai punya maksud tertentu. Polsek tadi malam mencoba menangani kasus penyanderaan tersebut, tapi justru ditolak massa. Tapi hingga berita ini diturunkan tadi malam penyanderaan masih berlangsung.
Dua warga yang diamankan itu adalah PutuAry Wijaya (24) warga Jl.Kaliwaru 6A, lorong Catur, seleman Jokjakarta dan Kresna Bayu Aji (24) warga Jl.Nangka 1 No.229 B, Maguwoh Arjo,Depok. Keduanya hingga tadi malam disandera di rumah salah seorang warga Desa Passer Talo. Mereka diamankan saat melakukan penelitian terhadap potensi pasir besi di Passer Talo.
Keduanya disandera warga sekitar pukul 15.05 WIB, kemarin. Awalnya warga mencurigai kalau keduanya merupakan anak pekerjaPTFN yang melakukan survey di Pasar Talo, namun saat ditanya warga, keduanya mengaku mahasiswa yang sedang melakukan penelitian.
Wargapun balik bertanya, meminta keduanya untuk menunjukan kartu mahasiswa. Ternyata keduanya tidak bisa menunjukan kartu mahasiswa yang diminta warga. Keduanya langsung dibawa massa ke salah satu rumah warga. Guna dimintai keterangan. Polsek talo yang mendapat informasi ini meluncur ke lokasi. Bermaksud masuk kerumah tempat kedua pekerja PTFN tersebut disandera. Namun dilarang massa. Bahkan warga sempat membunyikan beduk. Melihat kondisi sepertin ini, anggota Polsek Talo tersebut mengalah dan tidak jadi masuk kedalam rumah tepat dua pekerja PTFN disandera tersebut.
Ketua Ikatan Mahasiswa Hukum Seluma, Husni Thamrin mengakui jika warga Passer Talo mengamankan dua pekerja PTFN yang sedang melakukan eksplorasi di Desa. sebab , yang diteliti pekerja PTFN tersebut merupakan lahan masyarakat. Statusnya belum dibebaskan atau masih milik warga.
“adapun maksud masyarakat mengamankan dua pekerja PTFN tersebut, meminta pimpinan PTFN untuk hadir. Membuat kesepakatan agar tidak lagi melakukan eksplorasi di Passer Talo. Syaratnya hanya itu, setelah kesepakatan itu disetujui dan ditanda tangani di atas materai, kedua pekerja PTFN tersebut akan dilepas. Masyarakat mengamankan keduanya hanya untuk mempertahankan hak dan meminta PTFN untuk tidak melakukan aktivitas di lahan milik warga itu,”tandas Husni Thamrin. Dikatakannya, kalau kedua pekerja PTFN tersebut tidak diapa-apakan oleh masyarakat. Bahkan disuruh mandi dan dikasih makan oleh masyarakat. Keduanya tidak ada disakiti sedikitpun.

0 komentar:

Posting Komentar