Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

Demo Soal PT SIL ke BPN Ratusan Warga Tuntut HGU Dicabut

BENGKULU- Ratusan warga dari 6 Desa di Kabupaten Seluma,menggelar aksi demontrasi  ke Kantor Wilayah(Kanwil) Badan Pertanahan Nasional(BPN)Provinsi Bengkulu Jl.Basuki Rahmat Kota Bengkulu.Aksi  ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Petani Berdatu(FPB),pukul 10.00 WIB kamis(17/11)dalam rangka pencabutan Hak Guna Usaha(HGU) PT.Sandabi Indah Lestari(SIL).


Dalam Aksi damai  tersebut ,FPB menuding  PT SIL telah mengambil tanah masyarakat,karena itu ,mereka menuntut BPN mencabut HGU perusahaan tersebut.Tuntutan didasarkan,Pertama PT SIL  mengklaim  melakukan aksi sepihak  dalam melakukan pengelolaan  lahan eks PT  Way Sebayur yang telah kembali ke masyarakat.Kedua,penggunaan kekerasan yang telah dilakukan oleh PT SIL  dalam penyelesaian sengketa tanah  menjadi hal yang sangat mengecewakan.Ketiga,pelanggaran hokum yang dilakukan oleh PT SIL  tidak sesuai dengan UU,indikasi pelanggaran  terlihat dari manajamen yang  dilakukan eksplorasi lahan sebelum keluar izin usaha perkebunan.Keempat,aksi PT SIL  dinilai telah menghilangkan mata pencarian  warga karena tanah  dan perkebunan talah  digusur dengan sewenang-wenang.


”Masyarakat menolak PT SIL yang telah mengambil tanah  masyarakat sehingga  membuat masyarakat terpenjara ditanah sendiri.Kami berharap HGU milik PT SIL dicabut,ujarnya”

          


Setelah dilakukan negoisasi,akhirnya 10 perwakilan massa  diizinkan masuk untuk menyampaikan  aspirasinya secara langsung kepada Kepala  BPN Provinsi  Bengkulu  Binsar Imbolon,S.H,M.Si. Sepuluh warga pendemo itumasing-masing Dirin,Tahar,Ahmad Sahid,M Pasaribu,Juharli,Jumrataha,Sukman,Deftri,Fatmawati.Perwakilan

massa ini  diterima oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi  Bengkulu, Binsar Imbolon,S.H,M.Si, Kepala BPN Seluma Jarsan Harhap,S.H Kepala BPN Kota Bengkulu Drs.H.Iskandar  Zulkarnain dan Kabid Pengkajian dan Penanganan Sengketa  dan Konflik  Kanwil BPN  Provinsi Bengkulu Afnanyah,S.H,M.Kn.
        

Dalam kesepakatan tersebut,perwakilan massa langsung menyampaikan tuntutannya.Yang paling ditekan adalah  mendesak HGU milik PT SIL dicabut dan tidak beroperasi lagi di Seluma.”Kami meminta agar PT SIL hengkang  dari Seluma.”tegar Koordinator Lapangan(Korlap)Alfian.Apa tanggapan BPN ?Kakanwil BPN mengatakan tidak bias mengabulkan ke tiga tuntutan tersebut.Alasannya,yang mengeluarkan dan mencabut HGU  PT SIL  merupakan kewenangan BPN pusat.

Namun demikian,Kakaknwil  BPN Provinsi  Bengkulu berjannji,jika warga memiliki bukti otentik atas kepemilikan lahan seperti SKT termasuk bukti pembayaran pajak,pihaknya akan menyampaikan hal tersebut ke BPN pusat.Selain itu,setiap lahan warga yang belum dibayar oleh PT SIL dan PT Way Sebayu,akan diupayakan tidak  termasuk dalam HGU  yang dikeluarkan.Usai mendapatkan penjelasan dari Kakanwil BPN Provinsi Bengkulu,sekitar pukul 13.15 WIB massa membubarkan diri. 

Sumber: Kliping Media Rakyat Bengkulu.Jum’at 18 November 2011
Photo By: Bengkulu Tv

0 komentar:

Posting Komentar