Walhi News
Mail Instagram Pinterest RSS
About Walhi

DEKLARASI ORGANISASI PERLAWANAN RAKYAT DI GUYURAN HUJAN

Oleh : Beni ardinasyah

Pada hari senin tanggal 27 desember 2011 di desa mingir sari di kabupaten seluma ada pamandangan sedikit berbeda yang mana ratusan masyarakat berkumpul dalam bentangan terpal dan diguyur hujan lebat, tetapi terdengar suara yang tak mengerti kata menyerah, hidup petani.... hidup petani.... hidup petani.... itu kata yang keluar dengan begitu semagatnya....

Karna hari itu petani kabupaten seluma berkumpul untuk mempertahankan hak bertahan hidup, dalam acara ini labih dari ratusan masyarakat hadir yang terdiri 5 desa yang sedang bersengketa dengan PT Sandabi indah lestari salah satu perusahaan perkebuanan kelapa sawit yang telah serta mereta merebut tnah masyarakat.

Dengan didasari untuk hidup layak masyarakat bersatu memperjuangkan haknya, sesuai dangan pepatah orang bijak bahwa bersatu kita tenguh bercerai kita runtuh maka dari itu masyarakat petani seluma sepakat dalam mempertahankan haknya maka di perlukan solidaritas secara menyeluruh dari seluruh elemen masyarakat untuk mengahadapi kekuatan pemilik modal dan kaum-kaum burjuis yang hanya mementingakan kelompoknya saja,

Pada hari senin jam 17.12 telah dideklarasikan gerakan penolakan terhadap perkebuanan kelapa sawit yang bernama FORUM PETANI BERSATU SELUMA, gerakan ini lahir dari elemen masyarakat yang berharap untuk hidup layak karena sudah kecewa melihat tidak adanya keterpihakan pemerintah terhadap masyarakat kecil yang selalu di intimidasi dalam setiap apa yang mereka kerjakan apa bila mengganggu kelompok-kelompok yang memiliki banyak uang atau lebih sering kita sebut kaum-kaum komprador yang mana telah menjaja dinegeri mereka sendiri.

Dalam guyuran hujan yang lebat tetapi tidak satupun masyarakat yang inggin melewatkan saat-saat momen-momen awal perlawan gerakan rakyat di kumandangkan di bumi seluma, mereka bertahan di bawah atap yang hanya bertutup terpal yang bolong-bolong ataupun harus di bungkus dengan jas hujan yang sudah hancur dimakan usia.... ini lah perlawan yang tidak semua orang menyukianya tetapi inilah yang harus dilakukan dalam dunia yang tidak mengerti hati nurani.

0 komentar:

Posting Komentar